shade

Bengkalis||www.pa-bengkalis.go.id

Menindaklanjuti Surat Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru Nomor W4-A/1406/KP.05.2/IX/2017 tanggal 13 September 2017 tentang Pengawasan dan Pembinaan Aparatur Peradilan,  pada hari  Rabu tanggal 20 September 2017 Pengadilan Agama Bengkalis melaksanakan Sosialisasi Pengawasan dan Pembinaan Aparatur Peradilan. Sesuai instruksi dari Ketua PTA Pekanbaru bahwa seluruh Pengadilan Agama di lingkungan PTA Pekanbaru harus segera mensosialisasikan Maklumat Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 01/Maklumat/KMA/IX/2017 tentang Pengawasan dan Pembinaan Hakim, Aparatur Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya. Sosialisasi Pengawasan dan Pembinaan Aparatur Peradilan di Pengadilan Agama Bengkalis dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional beserta Staff dan Pegawai Kontrak Pengadilan Agama Bengkalis.

(Foto : Ketua PA. Bengkalis Memberikan Pengarahan)

Sosialisasi dimulai pada pukul 14.30 WIB di Aula Pengadilan Agama Bengkalis. Ketua Pengadilan Agama Bengkalis, Drs. M. Taufik, M.H. mengawali acara sosialisasi dengan membacakan surat dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru, dalam surat tersebut telah disebutkan bahwa urgensi dari pelaksanaan Sosialisasi  Pengawasan dan Pembinaan Aparatur Peradilan ini adalah karena adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) Aparatur Peradilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah mencoreng lembaga peradilan. Untuk itu Mahkamah Agung sebagai lembaga peradilan tertinggi telah mewanti-wanti agar hal tersebut tidak terjadi lagi dengan dikeluarkannya Maklumat dari Ketua Mahkamah Agung RI. Ketua Pengadilan Agama Bengkalis kemudian menghimbau kepada seluruh pegawai Pengadilan Agama Bengkalis untuk menghindari penyimpangan dalam pelaksanaan tugas demi menjaga nama baik badan peradilan khususnya Pengadilan Agama Bengkalis. Kemudian Ketua Pengadilan Agama Bengkalis menambahkan bahwa pembinaan dan pegawasan aparatur peradilan di Pengadilan Agama Bengkalis akan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan.

Acara Sosialisasi  Pengawasan dan Pembinaan Aparatur Peradilan ini kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari Wakil Ketua Pengadilan Agama Bengkalis, Khoiriyah Roihan, S.Ag.,M.H. dalam pengarahannya Wakil Ketua Pengadilan Agama Bengkalis membacakan Maklumat Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 01/Maklumat/KMA/IX/2017 tentang Pengawasan dan Pembinaan Hakim, Aparatur Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya. Menurut Waka PA Bengkalis, sebenarnya untuk mengantisipasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) sudah ada PERMA Nomor 7 Tahun 2016 tentang Penegakan Disiplin Kerja Hakim pada Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya dan PERMA Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pembinaan Atasan Langsung di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya, pada intinya apabila terjadi Operasi Tangkap Tangan maka yang bersangkutan akan dinon-aktifkan secara permanen. Waka PA Bengkalis kemudian menambahkan sesuai PERMA Nomor 9 tahun 2016 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan (Whistleblowing System) di Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya, semua pengaduan dianggap benar apabila tidak ada bantahan maka sebagai aparatur peradilan kita harus menjaga diri dari segala macam penyimpangan dalam melaksanakan tupoksi. Terakhir Waka PA Bengkalis menghimbau agar menjaga amanah yang telah diberikan dan jangan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi sehingga menjatuhkan wibawa peradilan. Acara sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Pada pukul 16.30 WIB Sosialisasi  Pengawasan dan Pembinaan Aparatur Peradilan di Pengadilan Agama Bengkalis selesai dan ditutup dengan komitmen bersama untuk selalu menjaga nama baik Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan di bawahnya.

 

 

 ***(Tim Redaksi PA Bengkalis)***

A- A A+

Alih Bahasa

Pencarian

Informasi Cepat

  • 1