shade

Bengkalis||www.pa-bengkalis.go.id

Dalam rangka melaksanakan instruksi dari Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 965/SEK/HM.01.2/11/2017 tanggal 8 November 2017 perihal Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-72 Tahun 2017, Pengadilan Agama Bengkalis melaksanakan upacara peringatan hari pahlawan 10 November tahun 2017. Bertempat di halaman depan Pengadilan Agama Bengkalis, upacara ini dihadiri oleh Wakil Ketua, Hakim, Pejabat Fungsional dan Struktural serta seluruh pegawai Pengadilan Agama Bengkalis.

 

 (Gambar : Pengibaran Bendera Merah Putih)

Pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun 2017 yang mengusung tema "Perkokoh Persatuan Membangun Negeri" ini, dibacakan pesan-pesan para pahlawan bangsa yang mana dengan kata-kata tersebut pernah menjadi pembakar semangat juang para pejuang bangsa. Bung Tomo pernah mengakatan ”Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan”, “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga”. Adapun sang proklamator RI Ir. Soekarno memberikan kata-kata motivasi berikut : “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”, “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka”, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”. Sedangkan Ki Hajar Dewantara terkenal dengan tiga semboyannya “Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi contoh), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah memberi semangat), Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan)”.

(Gambar : Pembina Upcara Membacakan Amanat Menteri Sosial RI)

Rangkaian upacara terus berlanjut dengan tertib dan khidmat seusai pedmonan susunan upacara yang telah ditetapkan. Wakil Ketua Pengadilan Agama Bengkalis, Khoiriyah Roihan, S.Ag., M.H., selaku pembina upacara membacakan amanat dari Menteri Sosial RI. Isi amanat tersebut diantaranya bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah "politik ketakutan", melainkan "politik harapan". Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan. Setiap zaman memiliki tantangannya tersendiri. dan oleh karena itu, setiap zaman harus mengembangkan respon kepahlawanan yang sesuai dengan zamannya. Pemerintah telah rumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut NAWA CITA. Kesembilan agenda prioritas itu bisa dikategorisasikan ke dalam tiga ranah; ranah mental-kultural, ranah material (ekonomi) dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, Pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahaan secara akseleratif, berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Upacara diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Panmud Gugatan PA. Bengkalis, Helmi Cendra, S.Ag., M.H. Selanjutnya komandan upacara melaporkan kepada inspektur upacara bahwa upacara telah selesai dilaksanakan dan pasukan dibubarkan.

 

 

  ***(Tim Redaksi PA Bengkalis)***

A- A A+

Alih Bahasa

Pencarian

Informasi Cepat

  • 1